Sabtu, 06 November 2010

SDN POGUNGREJO 18.00

Sore itu jalanan masuk ke komplek SD Pogungrejo masih basah dan berlumpur. Bisa dibilang banjir malahan. Kebanyakan orang yang melewati jalan itu harus menyingsingkan celananya dan berjalan sembari jinjit. Sepeda motor terparkir di depan ruang-ruang kelas yang kusam dan berdebu karena hujan abu beberapa waktu lalu. riuh rendah orang bercakap dan bercengkerama di tempat yang mini itu.
Itulah gambaran kecil ketika datang ke tempat pengungsian di SDN Pogungrejo. Tak ada yang spesial disana. Suasana sangat mencekam. Suram, tak seperti biasanya. Orang bercakap-cakap mengenai kekhawatiran terhadap kondisi rumah mereka. Kakek kakek renta berjalan di dekat kami membopong cucunya yang masih balita. Kelas-kelas yang tadinya cukup kondusif untuk belajar menjadi penuh sesak oleh para pengungsi. Setidaknya ada 1000 pengungsi di tempat ini. Sangat beruntung masyarakat sekitar merelakan diri untuk memenuhi sedikit kebutuhan pengungsi, terutama berkaitan dengan masalah perut.
Seribu manusia itu masih terus mengambang nasibnya. Tak tahu kapan bencana ini akan berakhir. Tak tahu kapan bisa kembali empuknya kasur di rumah, hangatnya kebersamaan keluarga di rumah, dan sensasi memelihara ternak dan mengolah kebun. Semuanya akan bimbang di tempat ini sampai saat untuk kembali diumumkan.

Jumat, 05 November 2010

IRONI MERAPI

Jumat hampir tengah malam, tepatnya pukul 21.45 saya turun dari bus yang mengantar saya dan segera bertemu dengan kedua orang tua saya yang menjemput saya. Kebetulan kakak saya masih sibuk di posko gereja.
Ada banyak cerita yang disajikan. Mulai dari cerita kemarin malam, sampai 5 jam sebelum kedatangan saya. Kemarin malam, saat Merapi kembali meletus, suara gemuruh itu benar-benar terdengar di rumah saya. Sangat keras katanya hingga memunculkan getaran yang membuat kaca dan pintu bergetar. Peristiwa ini kemudian diikuti hujan pasir dan diakhiri hujan abu. Cerita lain lagi dari Paroki Banyu Temumpang, Magelang yang berjarak hanya beberapa kilometer dari puncak Merapi. Menurut informasi, saat Merapi meletus terus-terusan, kaca jendela dan pintu gereja tak henti-hentinya bergetar.
Malam ini juga, di rumah saya, saya mendengar suara gemuruh seperti bebatuan besar menggelinding di sungai dan membentur batu-batu yang lainnya. Suasananya menjadi mencekam, semua warga kampung ada di luar rumah berjaga-jaga. Sayang, puncak merapi mendung malam ini, sehingga pijaran lava tidak nampak. Sungguh, ini merupakan hari-hari paling mencekam di jogja akibat letusan gunung Merapi.

LEGACY SUMBER KENCONO W 7395 UY

SUMBER KENCONO!!!!lagi-lagi Sumber Kencono. Kalau sudah masuk komplek Terminal Bungurasih -yang sudah dipercantik menjadi beberapa peron baru mirip bandara- selalu pertama kali ditentukan adalah tujuan dan kemudian diikuti armada yang akan digunakan. Kalau mau ke Ambulu atau Yosowilangun, biasanya naik AKAS ASRI. Kalau mau ke Probolinggo, Jember, atau Lumajang biasanya naik Patas MILA SEJAHTERA. Kalau mau ke Malang biasanya langsung cek ke Kalisari kalau gak RESTU. Kalau mau ke Semarang, biasanya yang recommended ya SINAR MANDIRI MULIAnya Mbah Lamong, kalau gak Nusantara yang Scania. Kalau ke Jogja, meskipun ada Patas EKA, tapi paling recomended tetep SUMBER KENCONO.
Ada Legacy di parkiran SK (julukan akrab Sumber Kencono). Keberangkatan pukul 13.05. daripada nunggu lama, akhirnya naik deh tuh Legacy. Sopirnya mirip Pak Susno Duadji, tapi lebih mirip bapak kosku. Bawaannya kalem, tapi geol kanan geol kiri. Cuma ada satu yang ngganjel. Mesin AK 8 cuma tarikan rada nyendat. Apa mungkin gara-gara AC. Gak pa pa lah. Penting dapet Kartu Langganan baru. Lumayan, diskon terjamin.
Stage pertama daerah Krian. Nyaris nabrak bus kota gara-gara angin rem habis, jadi remnya ngeblong. Stage kedua di daerah Mojokerto. Nyaris nabrak truk, gara-gara ada truk berhenti di depan ga pake sein, yg truk dibelakangnya belok kanan ga pake sein sekalian. Alhasil, SK harus ngepot-ngepot plus ngliat wajah sopir ma kenek udah pucet semua. Padahal aku masih enjoy. Hahahaha
Stage ketiga di Sragen. ada Banjir!!! Trauma banjir 2007 nih. Moga-moga aja bisa pulang. Sampe Jogja jam 21.45. Perjalanan melelahkan 8 jam 45 menit. Pake ngetem di Madiun sama Solo sih. Yang jelas boleh puas nonton dangdut koplo OM Serra, Dangdut romantis pasangan (sapa lupa namanya), sama RGS Jombang....Pengen ngekek rasane....

Selasa, 02 November 2010

AMDG : Anggur Merah Dan Garuda kacangku, Kenangan Masa Lalu


Kembali teringat masa-masa SMA bersama cangkeman yang heboh dengan teman-teman. Menjadi teringat karena melakukan chatting berjamaah bersama sahabat lama : Ringgo ndlogok dan Anggit 'Lele'. Kata-kata yang haram itu tiba-tiba menjadi halal lagi setelah sekian lama bersemedi di otak dan menimba kekuatan penuh untuk dikeluarkan lagi...
Sebuah momen yang menggembirakan. Membuat menangis darah karena tertawa saking terbahak-bahaknya dan kencing nanah karena tertawa terlalu keras. Chatting dengan bahasa-bahasa yang sangat tidak lazim dengan kedua kawan saya itu membuat fresh otak setelah suntuk membaca 73 halaman Handout Agama Katolik. Kata-kata baku yang telah dilegalkan dalam Kamus Pisuhan Yang Disempurnakan (gak usah dicari, gak bakalan ketemu). Kata-kata semacam asu, jancuk, jangkrik, bajigur, dan kosakata baru : jangkrik + seselam um menjadi jumangkrik dan jancuk + seselan um menjadi jumancuk menjadi legal dan halal dikeluarkan. Nyek-nyekan (Indo : ejek-ejekan) yang keras, yang mungkin kalau dibawa keluar, bahkan di kalangan orang Surabaya dengan gaya bicara yang keras pun, bisa membuat orang menangis tersedu-sedu. Namun, ini menjadi bahan gojeg bagi kami yang sangat renyah, lucu, menusuk, dan yang pasti membuat kangen...Belum lagi ketika gojeg merambah ke masalah substansi wajah dan masa lalu. Menjadi semakin meriah bin konyol binti lucu....
Seakan gojegan selama 30 menit berturut-turut tiada henti itu berjalan selama 1 jam, melemparkan memori euforia masa-masa SMA. Seakan sekolah hanya berisi pisuhan ra mutu plus gojegan atos membuat kejang menahun, namun tetap dengan nilai-nilai yang memuncak (bahkan menghantarkan kelas IPA menuju peringkat 9 se-DIY, tertinggi untuk semua SMA Swasta di Jogja). Kembali teringat masa lalu, mabuk-mabukan bersama teman sambil makan Kacang Garuda di depan pasturan dan di tempat sahabat : Edowedhus. Maka, slogan AMDG itu tak lagi menjadi Ad Maiorem Dei Gloriam atau Amrih Mulya Dalem Gusti. Tapi menjadi Anggur Merah Dan Garuda kacangku....
Tak terasa gojeg dan menggojegi ini harus diakhiri. Harus kembali belajar agama. Tapi yang teringat bukan mata kuliah agama yang kupelajari. Tapi justru Pak Puji, guru religiositas SMA lengkap dengan kertas 5 halaman folio bergaris dengan segenap conthongan-conthonganku yang membuahkan nilai 85 pada ujian semesterku......

SUMBER KENCONO ON SKETCH

SUMBER KENCONO ON SKETCH
Gambar body bus menggunakan COREL DRAW X4
Background gambar menggunakan ADOBE PHOTOSHOP CS 5
Watermark by TND 0892 (menggunakan ADOBE PHOTOSHOP CS 5)
Export to JPEG by COREL PHOTO PAINT X4
Model asli SAFARI PATAS AC SOLO-SEMARANG MERCEDES-BENZ OH 1525

Sebuah impian yang pernah terwujud dan mungkin kedepannya akan terwujud lagi. Sumber Kencono Patas AC. Dahulu pernah membuka trayek Patas AC Jogja-Surabaya PP dengan fasilitas seats 2-2, TV, servis makan 1 kali di RM DUTA Ngawi, dan menggunakan mesin Mitsubishi Rear Engine. Ditutup karena pangsa pasar sepi (saat itu ada AKAS, Mila Sejahtera, dan EKA) dan sering kecelakaan. Mesin Mitsubishi dipindah ke depan dan dijadikan bus ekonomi.
Saat ini kelas tertinggi adalah Ekonomi AC seat 2-3 fasilitas : AC, TV LCD. Karoseri menggunakan LAKSANA LEGACY dengan mesin HINO AK 235 (AK8) Front Engine.

Daripada nyketsa wajah cewek yg ga da juntrungannya, lebih baik nyketsa bis yang tetap setia meskipun dinaiki berkali-kali.